Saturday, 21 April 2012

MARAH


Assalamu’alaykum

Bagaimana menghilangkan rasa marah? Setiap hari ada saja perasaan marah di hati, di tempat kerja, di sekolah, bahkan diam di rumah sekalipun. Kenapa diri ini bisa marah?
Kebanyakan sifat pemarah itu berasal dari sombong (ego). Makin besar ego seseorang maka akan semakin tinggi marahnya. Hal ini berkaitan pula dengan kedudukan seseorang. Kalau tinggi kedudukannya, banyak hartanya, banyak pengikutnya, maka tinggilah ego seseorang dan akan menjadi-jadilah sifat pemarahnya. Sebaliknya jikalau kurang segalanya, maka akan kurang pula egonya dan kurang juga sifat marahnya.
Sifat pemarah ada pada hampir semua orang seperti hasad dan dengki. Dan kenapa harus marah?
Telah berkata Mujahid di dalam sebuah bait syair : “ Takdir Allah telah putus dan putusan Alllah telah terjadi. Istirahatkan hati dan kata-kata “Barangkali” dan “Kalau”.
Setiap kelemahan dan kesilapan manusia adalah UJIAN. Allah hendak melihat bagaimana SABAR dan MALUNYA kepada Allah dengan mengucapkan “inna lillahi wainna ilaihi roji’un.” 
Pernah ditanya Anhaf bin Qois, bagaimana dia bisa mengekalkan sifatnya yang lemah lembut. Anhaf menjawab : “ Aku belajar dari Qais bin Asim yaitu pada satu hari sedang bersantai, masuk hambanya membawa besi yang berisi daging panggang yang masih panas. Belum sempat daging itu sampai dihadapan Qais, tanpa sengaja besi pemanggang yang panas itu jatuh mengenai anak Qais yang masih kecil.
Menjerit-jeritlah si anak, kesakitan dan kepanasan, hingga meninggal dunia. Qais yang melihat hal itu dengan tenang berkata kepada hambanya yang pucat pasi. “Aku bukan saja tidak marah kepadamu , tetapi mulai hari ini aku akan membebaskanmu.” Begitulah sopan dan pemaafnya Qais bin Asim,” kata Anhag mengakhiri ceritanya.
Bukannya Qais tidaknya menyayangi anaknya, akan tetapi Qais melihat segala kejadian adalah kehendak Allah. Bila dia bertindak memarahi hambanya, maka hakikatnya dia MEMARAHI Allah. Dia ridha dengan ujian yang ditimpakan kepadanya. Tidak ada di dalamnya hidupnya perkataan kalau atau barangkali. Hatinya tidak merasa dia “tuan”, karena apa yang ada padanya dirasakan sebagai amanah dari Allah.  Yang bila sampai pada waktunya, maka akan kembai pada Allah.
Hati harus diobati. Dengan membuangkan rasa “ke-tuan-an”, yang menyebabkan menjadi pemarah dengan melakukan mujahaddah nafsi.
Berikut ini ada beberapa langkah menghilangkan marah:
a.      Mula-mula perlu MALU dengan Allah akan segala tindak-tanduk diri. Allah memperhatikan segala perlakuan dan sikap hambaNya.
b.      Bila datang rasa akan marah, maka ingat bahwa kita hanya manusia yang hina.
c.       Memperbanyak berdiam diri dan berdoa kepada Allah agar Allah menyelamatkan kita dari sifat marah.
d.      Hendaklah ingat bahwa sifat marah hanya akan membawa kepada permusuhan dan pembalasan dendam dari seseorang yang dimarahi.
e.      Betapa buruknya raut muka kita ketika marah.
f.        Apabila datang marah, memperbanyak baca Ta’awudz, karena rasa marah itu datang dari syaitan.
g.      Apabila marah sedang memuncak, ambillah wudhu, karena wudhu dapat meredamkan api kemarahan.
h.      Jika tidak bisa hilang marah dengan hal tersebut, hendaklah tidur. Yang diharapkan dengan tidur akan hilang rasa marah itu.
i.        TAUHID harus TEPAT. Setiap sesuatu itu datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Kenapa harus marah???
j.        Kalau diri bersalah, dan tidak suka memarahi diri sendiri. Maka begitu pula orang lain yang melakukan kesalahan, tidak suka bila dimarahi. Tegur dengan lemah lembut dan kasih saying.
k.       Mengingat besarnya pahala orang yang dapat menahan amarah, besarnya pahala orang yang dapat sabar dan tidak mudah marah, besarnya pahala orang yang mempunyai hati yang bersih, tidak pernah iri dan dengki.
l.        Orang yang dapat menahan marah merupakan ciri orang yang bertaqwa, yang akan meraih syurgaNya yang luasnya seluas langit dan bumi.
m.    Mengingat dan selalu takut dengan siksa Allah bagi yang mudah marah tanpa alasan yang benar atau hatinya sakit, mudah iri dan dengki.
n.      Setiap kali hendak marah, katakana dalam diri anda “ kalau saya marah-marah atau memarahi orang, maka saya kelak diakhirat akan mendapat marah dari Allah. Pada saat itu saya hanya berharap maaf dari Allah, maka saya juga harus memaafkan.”
o.      MARAH dan iri merupakan PENYAKIT HATI yang berbahaya.

So sobat semua, untuk apa kita pelihara marah, atau mudah marah, jika hanya kejelekan yang akan kita dapat baik di dunia, ataupun kelak di akhirat.
Daripada marah lebih baik jadi pemaafkan. Udah disayang Allah, punya banyak sodara pula, yang bisa mempermudah rejeki kita, dimanapun kita berada.
Jaga hati dan sifat lembut ya. Ingat marah itu sifatnya setan.

disadur dari majalah mutiara amaly

Wassalamu’alaykum

No comments:

Post a Comment