Sunday, 29 January 2012

tak semudah itu

entah kenapa jika ku merasa gundah, sedih, dan ingin berbagi cerita sesuatu pasti dia yang kuhampiri,,
kulepas semua keluh kesahku padanya, 
tanpa ku peduli apakah dia dengan ikhlas menerimanya
tapi dia selalu seolah senyum jika kuhampirinya untuk bercerita,
tak disangka timbul rasa suka padanya,

ku ungkapkan rasa itu padanya,
awalnya dia seperti tak percaya,
dan akhirnya dia seolah-olah tak peduli mendengarnya

mungkin aku tak munya malu kali ya,,
tetap aja tiap hari ku curahkan kisahku padanya hahaha

sampai suatu hari, masalah timbul...
aku suka pada seseorang yang awalnya ku benci
dan ternyata dia dan seseorang tersebut adalah teman...
malunya aku,, 
tapi sudah terlanjur, tetap saja kulanjutkan kebodohanku,, hihi
cerita dan cerita, minta pendapat dan minta pendapat
pada akhirnya kami saling beradu argument..

gini nih adu argumennya:
dia: kalau kamu suka dia aku sampein deh nanti
aku: nggak perlu, lagi pula dia terlalu baik untukku
dia:menurutku jika seorang wanita menolak pria karena alasan "terlalu baik" maka itu alasan terbodoh yang pernah aku dengar...  bukannya wanita mencari laki2 yang baik? bukan laki2 yang menyakitinyakan?
aku: bukan begitu maksudku, hanya saja aku nggak mau dia mendapatkan wanita buruk seperti aku kan dalam al-qur'an itu diberitahukan bahwa,, laki2 yang baik untuk wanita yang baik2, dan wanita yang buruk untuk laki2 yang buruk juga
  nah saya malu,,, secara menurutku dia terlalu baik (agamanya) untu orang sepertiku
dia:kalau kamu suka denganku dan kamu bilang kamu wanita yang buruk, berarti secara tidak langsung kamu bilang kalau aku laki-laki yang buruk juga ya?  makasih :)


ketika kata-kata itu terucap olehnya terasa sesak di dada..

aku : astaghfirullah.. bukan begitu maksud saya, semua sulit untuk dijelasakan
dia: masih mau adu argumen? :)
aku: tidak, jelas saya kalah, kakak jauh lebih baik dari saya..saya suka kakak kan juga suatu khayalan belaka,, bak pungguk merindukan bulan,,,kakak dengan dia  itu sama2 baik dimata saya,, kalian tuh nggak pantes kalo mendapatkan saya,,,maaf udah suka dengan kakak,, maaf jika mengusik kehidupan kakak...

dan akhirnya semua ku pasrahkan pada waktu, hanya tinggal menunggu apakah dia masih ingin berteman denganku, masih ingin menjadi tempatku membagi cerita. serasa ada yang hilang ketika itu, dan berharap dia memaafkanku..

ku akhiri semua dengan sebuah sms "maaf ya kak, layaknya laki-laki yang menginginkan wanita baik untuk pendamping hidupnya, maka wanita pun begitu, menurut saya kakak itu baik, makanya saya suka dengan kakak,, maaf atas kata-kata saya tadi :)"

dan kuakhiri semuanya dengan sms terkahir itu, entah apa yang mampu ku lakukan sekarang, ku hanya mampu berdoa semoga ku tak menyakitinya. ku tak tahu apakah aku terlalu percaya diri ataukah bagaimana, atau seharusnya semua ini tak pantasnya terjadi dari awalnya, ataukah seharusnya aku tak berbagi cerita dengannya, hmmm

lama ku menunggu atas jawaban pernyataanku, sungguh menunggu itu tak mengenekan, apalagi perasaan lah yang di tunggu
selang beberapa minggu setelah ku bilang padanya saat itu, akhirnya ku tahu jawaban darinya, bukan hal yang membahagiakan tapi suatu hal yang sungguh melehakan ^_^

No comments:

Post a Comment