Dear langit
Di setiap hatku tak menentu, kau lah penyembuhku. Di saat
kepalaku penuh, kaulah pengosong fikiranku. Aku tak mengerti kenapa kau begitu
menenangkan. Aku bingung kenapa fikiranku selalu damai setiap ku menatap
luasnya dirimu. Oh langit, ingin ku pandangi dirimu dari tempat yang berbeda,
dengan suasana hati yang indah. Oh langit walau pun kadang kau terlihat begitu
menakutkan bersama awan mendung yang menghiasimu, tapi ku tetap tenang. Tahu kah
kamu langit, kalau kau tampak manis ketika kau hanya bersanding dengan sang
mentari. Tahukah kau langit, kalau kau tamapak menawan bersama taburan bintang
dan hiasan bulan.
Hai langit ingin ku tumpahkan semua ceritaku padamu, tpi ku
takut ini salah. Aku ingin bercerita kepada mu, karena Sang Kholik berada dekat
di atas bersama itu yang ku tahu. Hai langit bolehkah itu ku lakukan? Ku ingin
ketika ku bahagia ku bagi bahagiaku bersamamu? Bolehkah ini, ketika ku gundah
ku harapkan kau pengobat kegundahanku? Bolehka ini. jika ku sedih kau lah yang
mengembalikan senyumku?
Langit kau begitu luas, luasmu lah yang serasa mampu
meluaskan hatiku yang sempit.
Langit biru mu halus, biru mu tegas, biru mu pudar, tapi
setiap biru yang kau pancarkan, itulah kau yang tampak memposana. Yang mampu
menyihir segala kejanggalan hatiku.
Hai langit izinkan melalui wajahmu untuk ku mendekatkan diri
kepada Sang Kholik betapa indahnya ciptaanNya. Hai langit lewat wajahmu, ku
ingin mengagumi ke jeniusan Sang Kholik tentang ciptaanNya.
Ya Allah izinkan aku mendekati Mu melalu langit Mu yang
meneduhkan.
Langit tahu kah kamu, kalau bersamamu aku merasa nyaman,
setiap melihatmu senyumku terkembang. Tak ada yang mampu menyaingimu dalam
menenangkan hatiku kecuali Sang Kholik. Langit karena bersama mu ku meraih
mimpi, karena bersama mu ku mengerti waktu. Ku ingin kau tetap kokoh di sana,
dengan keindahan dan keagunganmu.
secarik surat untuk langit
16 juni 2012
No comments:
Post a Comment