Saturday, 16 June 2012

untuk langit


Dear langit
Di setiap hatku tak menentu, kau lah penyembuhku. Di saat kepalaku penuh, kaulah pengosong fikiranku. Aku tak mengerti kenapa kau begitu menenangkan. Aku bingung kenapa fikiranku selalu damai setiap ku menatap luasnya dirimu. Oh langit, ingin ku pandangi dirimu dari tempat yang berbeda, dengan suasana hati yang indah. Oh langit walau pun kadang kau terlihat begitu menakutkan bersama awan mendung yang menghiasimu, tapi ku tetap tenang. Tahu kah kamu langit, kalau kau tampak manis ketika kau hanya bersanding dengan sang mentari. Tahukah kau langit, kalau kau tamapak menawan bersama taburan bintang dan hiasan bulan.
Hai langit ingin ku tumpahkan semua ceritaku padamu, tpi ku takut ini salah. Aku ingin bercerita kepada mu, karena Sang Kholik berada dekat di atas bersama itu yang ku tahu. Hai langit bolehkah itu ku lakukan? Ku ingin ketika ku bahagia ku bagi bahagiaku bersamamu? Bolehkah ini, ketika ku gundah ku harapkan kau pengobat kegundahanku? Bolehka ini. jika ku sedih kau lah yang mengembalikan senyumku?
Langit kau begitu luas, luasmu lah yang serasa mampu meluaskan hatiku yang sempit.
Langit biru mu halus, biru mu tegas, biru mu pudar, tapi setiap biru yang kau pancarkan, itulah kau yang tampak memposana. Yang mampu menyihir segala kejanggalan hatiku.
Hai langit izinkan melalui wajahmu untuk ku mendekatkan diri kepada Sang Kholik betapa indahnya ciptaanNya. Hai langit lewat wajahmu, ku ingin mengagumi ke jeniusan Sang Kholik tentang ciptaanNya.
Ya Allah izinkan aku mendekati Mu melalu langit Mu yang meneduhkan.
Langit tahu kah kamu, kalau bersamamu aku merasa nyaman, setiap melihatmu senyumku terkembang. Tak ada yang mampu menyaingimu dalam menenangkan hatiku kecuali Sang Kholik. Langit karena bersama mu ku meraih mimpi, karena bersama mu ku mengerti waktu. Ku ingin kau tetap kokoh di sana, dengan keindahan dan keagunganmu.
 secarik surat untuk langit
16 juni 2012

No comments:

Post a Comment