Saturday, 23 June 2012

kedekatan itu semakin dekat


Hari ini sungguh menyenangkan, kedekatan yang semakin dekat. Aku yang selalu diam jika hanya berdua dengan isti, hari ini berbeda. Aku yang selalu takut kalau bersama dia hari ini berbeda. Menyenangkan sungguh menyenangkan. Kedekatan itu semakin dekat. Walau hanya basa-basi obrolan kami, tapi sudah cukup untuk mencairkan suasana. Siang itu kedekatan semakin dekat. Membicarakan sekolah dulu semasa SMA, menceritakan awal kami saling kenal, tertawa dan malu ketika menceritakan tentang perasaan. Siang itu kedekatan semakin dekat. Sungguh-sungguh dekat, dan amat menyenangkan. Mungkin tak akan bisa terulang siang itu bersamanya.
Ashar berakhir, kedekatan yang mulai mendekat itu kini harus berpisah, terpisahkan oleh waktu dan jarak. Kedekatan yang terajut beberapa menit terakhir itu, menyenangkan, tapi mungkin cukup disayangkan.
Dan lagi-lagi ada kedekatan yang lain, kedekatan yang lebih membuatku grogi, membuatku bertingkahlaku aneh, kedekatan dengan seseorang yang kukagumi. Bukan kedekatan seperti bersama sahabatku tadi. Kali ini kedekatan dalam diam kata-kata tapi ramai deru kendaraan. Kedekatan yang unik, tapi cukup membuatku aneh, membuatku bercakap dalam anganku sendiri, ya sendiri.beriringan bersama untuk beberapa menit dijalanan yang ramai, dekat, sungguh begitu dekat. Bahkan kami tak pernah sedekat itu sebelumnya. Menyenangkan, aneh. Dekat dalam deru kendaraan masing-masing, tapi cukup menyenangkan. Ketika lampu merah pertama, seolah dia mempersilahkanku untuk duluan, pelan melaju disampingku, mundur kebelakang perlahan. Tapi kedekatan itu lagi-lagi harus berakhir, di lampu merah berikutnya. Menyenangkan bukan, berdekatan dengan orang yang kau kagumi, pelan dalam deru kendaraan masing-masing, di jalanan yang ramai padahal. Tapi itu semua menyenangkan, walau aneh.
Tak urung berakhir kedekatanku sore itu. Aku selalu, selalu ingin melihat kereta api yang melintas menerabas tengah kota. Tak seperti kereta lain yang menerobos pinggir-pinggir kota, tengah desa. Dan sore itu, kedekatan itu datang, sebelum belokan terakhirku, ya jelas dekat di depanku, hanya beberapa meter kereta itu, kereta yang ingin kulihat di sore hari, sejak aku rutin melewati jalurnya pagi dan sore. Setiap aku pulang-pergi ke kampusku.
Sungguh indah semua kedekatan itu, kedekatan dalam keakraban, kedekatan dalam kekaguman, dan kedekatan dalam keinginan. Semua tampak indah, terasa nyaman dan menyenangkan.
By Rizu-chan, 22 juni 2012.

2 comments:

  1. wah >>> pinter buat dongeng ya

    ReplyDelete
  2. wah tidak juga, hanya suka menulis saja hehe ^_^

    ReplyDelete